Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk segera menurunkan tim guna menindaklanjuti maraknya laporan mengenai dugaan keberadaan sindikat pencopet di Halte TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur. Penanganan ini dinilai penting untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta keselamatan seluruh warga masyarakat yang mengandalkan sarana transportasi publik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di wilayah ibu kota.
Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Pramono Anung saat ditemui wartawan di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (21/10/2026). Keterangan ini diberikan seusai menghadiri kegiatan pelepasan jemaah umrah bagi para marbot masjid sekaligus penyerahan bantuan. Orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut merespons pertanyaan insan pers terkait keresahan masyarakat yang meluap di platform media sosial mengenai dugaan praktik pencurian yang mengintai para pengguna fasilitas moda transportasi massal.
Isu mengenai maraknya aksi pencopetan ini mendadak ramai menjadi perbincangan publik sejak Selasa (20/10/2026). Berdasarkan kabar yang beredar luas di media sosial, komplotan pelaku disinyalir melancarkan aksinya dengan cara menyamar sebagai penumpang biasa agar tidak memicu kecurigaan dari calon korban maupun petugas di lokasi. Dalam unggahan yang memicu perhatian tersebut, warga saling mengingatkan pengguna jasa TransJakarta, khususnya yang melintasi Halte Kampung Melayu, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pengunggah imbauan secara khusus meminta warga berhati-hati terhadap keberadaan pria yang membawa tas ransel di bagian depan tubuh. Masyarakat juga disarankan agar tidak meletakkan telepon seluler atau barang berharga di dalam saku celana saat menggunakan angkutan umum, melainkan memegang unit ponsel secara langsung atau menyimpannya dengan aman di dalam tas yang selalu berada dalam jangkauan pengawasan.
Menanggapi keresahan warga yang meluas, Pramono Anung menegaskan instruksinya untuk segera menerjunkan tim di lapangan. Meski begitu, perincian mengenai instansi mana saja yang akan diterjunkan, mekanisme pengawasan yang bakal diterapkan, serta bentuk tindakan hukum terhadap para terduga pelaku belum dipaparkan secara mendalam. Sampai saat ini, informasi terkait dugaan keberadaan kelompok pencopet tersebut masih bersumber dari unggahan warga di media sosial. Belum tersedia keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai identitas terduga pelaku, estimasi jumlah korban, maupun laporan kepolisian yang telah diproses secara formal.
















