Jalur pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, mendadak berubah suasana menjadi penuh nuansa horor menjelang peringatan Halloween pada Minggu (18/10/2026) malam. Berbagai ornamen tematik seperti boneka labu, hantu, tengkorak, hingga laba-laba raksasa tampak menggantung di sepanjang trotoar. Keberadaan ornamen tersebut berhasil menarik perhatian para pejalan kaki dan masyarakat luas untuk berhenti sejenak, melepas penat, serta mengabadikan momen berharga tersebut menggunakan kamera ponsel pintar masing-masing.
Kawasan trotoar di sepanjang koridor utama ibu kota ini biasanya lebih sering dipadati oleh para pekerja urban yang melangkah terburu-buru untuk segera sampai di kediaman masing-masing setelah beraktivitas seharian. Namun, kehadiran instalasi seni dan hiasan tematik sepanjang kurang lebih 100 meter ini berhasil memberikan warna serta suasana baru di ruang publik. Pemasangan dekorasi bernuansa horor ini diselenggarakan oleh salah satu pihak hotel yang beroperasi di kawasan tersebut sebagai bagian dari fasilitas dalam menyambut momen perayaan tematik Halloween.
Hadirnya instalasi menarik ini dengan cepat menjadi magnet warga dan viral di berbagai jejaring media sosial. Sebagian pengunjung mengaku sengaja mendatangi lokasi tersebut secara khusus karena merasa penasaran setelah melihat unggahan di internet. Imas, seorang warga asal Bekasi, menyampaikan bahwa ia rela menempuh perjalanan bersama anaknya demi melihat langsung dekorasi unik ini. Ia mengapresiasi inisiatif pengelola hotel yang bersedia menyediakan fasilitas menarik tersebut bagi masyarakat umum, serta berharap konsep dekorasi tematik serupa dapat terus dihadirkan pada berbagai momen perayaan besar lainnya di wilayah ibu kota.
Selain menjadi sarana hiburan visual yang segar di tengah kepadatan perkotaan, daya tarik utama instalasi ini terletak pada sifatnya yang dapat diakses secara gratis oleh siapa saja. Dwi, seorang pengunjung asal Jakarta Barat, menuturkan bahwa hiasan publik ini menjadi alternatif hiburan yang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan wahana swafoto bertema serupa di pasar malam yang umumnya memungut biaya. Meskipun sempat mengira dekorasi tersebut dipasang sangat panjang hingga mencapai area Bundaran HI, ia tetap memberikan pujian atas estetika pameran tersebut. Di sisi lain, Firda, warga Jakarta Utara yang secara tidak sengaja melintas saat berjalan-jalan bersama temannya, menilai instalasi ini sangat kreatif karena berhasil memberikan sudut pandang dan latar belakang fotografi yang segar serta berbeda.
Penggunaan ruang pedestrian sebagai sarana hiburan interaktif semacam ini menunjukkan tingginya antusiasme warga terhadap ketersediaan ruang terbuka publik yang ramah masyarakat di kawasan perkotaan metropolitan. Kehadiran ornamen tematik ini tidak hanya mampu mempercantik estetika kota, tetapi juga menciptakan interaksi sosial yang positif di tengah ruang publik Jabodetabek. Banyak warga berharap inisiatif kolaboratif antara pengelola swasta dan fasilitas publik seperti ini dapat terus berlanjut pada agenda-agenda perayaan mendatang untuk menciptakan suasana kota yang lebih dinamis, hidup, dan menyenangkan bagi seluruh warga.










